Kolam Ikan Hias
Ketika membangun sebuah kompleks rumah bandar di Jakarta Selatan, dua tahun lalu, Did i tidak lupa membuat kolam ikan. Didi menyadari bahwa kolam ikan tidak mutlak untuk sebuah kompleks hunian. Akan tetapi, tanpa kolam ikan sebuah sentra hunian terasa kurang lengkap.
Maka, di antara seratusan pohon yang ia tanam, di tengah rumah-rumah bandar yang didirikan dengan selera seni, ia bangun sebuah kolam ikan yang membelah akses utama rumah bandar itu.
Kolam yang dibangun Didi sebetulnya tidak besar. Dalamnya hanya 60 cm, lebar 2 meter dan panjang 6 meter. Akan tetapi, karena terletak di akses utama, diapit rimbunan pohon, lalu diberi jembatan dan pilar dari kayu ulin, kolam itu sedap dipandang mata. ”Selalu ada suasana nyaman di sekitar kolam ikan,” ujar Didi, pekan lalu di Jakarta.
Para pengelola gedung perkantoran, hotel, dan restoran, juga suka membuat kolam ikan lengkap dengan air mancurnya. Mereka menyadari, kehadiran kolam tidak sekadar menghadirkan suasana nyaman, tetapi menambah aksesori rumah atau gedung.
Fenomena menghadirkan kolam renang bukan hanya tampak di Jakarta, tetapi di kota-kota lain, seperti Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Batam. Di beberapa provinsi, misalnya di Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara, kolam ikan bahkan dibangun dalam wujud besar, 30 x 30 meter.
Warga awam pun membangun kolam ikan umumnya karena suka, bukan latah. Chaidir Azwar, pedagang di Jakarta Barat, membangun kolam ikan di empat sisi rumahnya. ”Kalau fisik letih karena banyak pekerjaan, saya pulang ke rumah, memandang ikan-ikan yang berenang ke sana ke mari. Dan, semua keletihan saya langsung menguap,” ujar Chaidir.
Struktur tanah
Bagaimana membangun kolam ikan? M Iqbal, kontraktor spesialis kolam ikan menyatakan, membangun kolam kelihatan enteng, tetapi sebetulnya tidak mudah.
”Untuk membangun kolam, kita mesti mengetahui struktur tanah di lokasi kolam. Lalu pekerjaan membangun fondasi dan menyemen dasar serta dinding kolam harus dilakukan dengan cermat. Jika ceroboh, bisa fatal. Kolam akan sering bocor,” kata Iqbal.
Adapun untuk membuat kolam ikan tampak atraktif, ”jurusnya” lain lagi. Misalnya, mesti mengetahui persis di mana letak pemasangan air mancur, air pancuran, aliran air segar, sinar matahari, tumbuhan di sisi kolam, tanaman di dalam kolam dan sebagainya.
sumber: http://www.kompas.com
