Taman Heterogen

Setelah penat sepanjang hari beraktivitas di luar, begitu sampai di rumah mereka akan langsung menyapa “kawan-kawan” akrabnya, tanaman dan burung.Kebiasaan ini selalu dilakukan setiap hari, karena hal ini dapat memberi kesegaran dan dapat memulihkan energi yang terkuras sepanjang hari.

Karena ketertarikannya terhadap tanaman itulah mereka menghadirkan beragam jenis tanaman dengan beragam karakter. Tanaman-tanaman tersebut ditata dalam komposisi padat dan sealami mungkin. Keanekaragaman tanaman dalam komposisi tersebut ternyata dapat memberi atmosfer teduh di sekitar rumah sekaligus menambah estetika tampilan rumah secara keseluruhan. Anas Nasution, yang merancang dan melaksanakan pembuatan taman ini mengungkapkan bahwa disini dapat dijumpai lebih dari 70 macam tanaman. Beberapa jenis termasuk ke dalam tanaman pilihan seperti misalnya palem Washingtonia, frangipani kuning (kamboja), Song of Jamaica, palem ekor tupai (Wouditia), palem seledri (karyota sp), pisang kipas, Alpinia variegata, heliconia exotic pink, alamanda bunga kuning, peach,coklat dan ungu, pandan Bali dan koleksi Anthurium berdaun besar dalam pot. Kesemua jenis itu merupakan ‘hasil buruan’nya bersama dengan pemilik rumah.

Estetika Taman Depan
Taman bagian depan dan sedikit di bagian samping ditata untuk memperlunak arsitektur rumah terutama bagian teras yang dirasakan terlalu keras karakternya. Taman ini lebih diarahkan untuk menunjang estetika wajah rumah. Tanaman hias bunga seperti kamboja kuning, kembang sepatu, kana dan kamboja Jepang yang merupakan unsur soft material, sering dikaitkan erat dengan penunjang unsur estetis. Warna bunga dari tanaman tersebut tampil sebagai aksen untuk mengimbangi hijaunya daun dari tanaman hias lainnya.

Selain untuk memenuhi faktor estetika, kehadiran taman secara fungsional juga untuk melunakkan sudut-sudut tertentu. Antara teras, kamar depan dan dinding batas dengan kavling lainnya, dibuat satu komposisi tanaman untuk menutup dinding batas yang dirasa terlalu dominan dan kurang menarik. Pada sudut ini dibuat komposisi yang tersusun dari tanaman hias daun, dengan pertimbangan kurangnya cahaya matahari. Tanaman tahan teduh seperti Song of Jamaica yang daunnya mirip daun suji, tumbuh subur menutup dinding supaya lebih terlihat asri. Sebuah talas berdaun lebar dan berwarna hijau terang muncul di antara hijauan gelap di sekitarnya, menjadi eye catcher yang menarik. Pada sudut yang lebih mendapat cahaya pada siang hari, ditempatkan Alpinia variegata dan Dracaena variegata tepat di bawah jendela kamar.

Sudut antara teras dan kamar depan. Patung Osa osa dari daerah Nias sebagai simbol penjaga rumah, melengkapi sudut teras.

Komposisi padat bergaya alami untuk melunakkan fisik bangunan.

Antara sudut tersebut di atas dan bagian yang lebih ke arah muka, ada kelompok lainnya yang fungsinya untuk melunakkan kesan keras dari tiang teras. Komposisi padat dari beragam tanaman hias terasa sebagai pagar karena ukurannya cukup tinggi. Sebuah pandan Bali yang sudah bercabang-cabang banyak,tampil dominan,dengan philodendron berdaun kecil menutupi bidang di bagian bawahnya. Kamboja Jepang berbunga pink yang ditanam dalam tempayan berkaki, memberi aksen pada sudut ini.

Selanjutnya komposisi tanaman ditarik ke arah tepi, untuk lebih memberi kesan luas. Antara komposisi tanaman tersebut dan bidang pengerasan di bawah selasar teras, ditutup oleh rumput gajah yang hijau subur. Dengan demikian, antara taman dan tampak muka rumah akan dapat terlihat pada skala ruang yang ideal.

Relief Dinding
Taman belakang ditata dengan komposisi yang lebih formal. Komposisi tanaman masih menggunakan pola yang sama, yaitu dengan menarik ke arah tepi, untuk memberi ruang gerak yang lebih luas di taman belakang. Dari arah teras belakang, dapat dinikmati keteduhan dan hijauan yang menyegarkan di sekitar rumah. Suasana ini dilengkapi dengan kicauan burung langka yang banyak dimiliki oleh pemilik rumah

Pada beberapa sudut taman belakang, dindingnya dibuat relief dari batu alam. Dinding ini membatasi taman dengan salah satu dinding kamar dan beberapa figur pada dinding lainnya. Pola yang diterapkan pada relief tersebut terasa sekali nafas budaya Balinya, seperti pola flora dan fauna, dewa Wisnu, Brahma, Dewi Sri dan Saraswati. Supaya lebih menghayati objek ukiran, sengaja didatangkan pengrajin dari Bali yang memiliki talenta di bidang itu.

Selanjutnya komposisi tanaman beragam jenis ditata dengan lebih formal melengkapi kehadiran relief pada dinding tersebut. Beberapa buah palem ekor tupai (wouditia), palem seledri (caryota sp) dan pisang kipas, ditempatkan di sepanjang dinding dengan jarak tanam tertentu. Komposisi tanaman semak yang lebih rendah mengisi bidang di bawahnya. Pada satu sudut rumah ditempatkan bambu kuning yang dipercaya memiliki aura yang memberi dukungan kekuatan untuk penghuni rumah.

Dengan menghadirkan tanaman yang jenis dan karakter heterogen yang ditata sealami mungkin, dapat mempercantik dan “memperlunak” bangunan rumah modern ini. Beberapa sudut rumah yang terlalu kaku, “dipermanis” dengan taman yang dibuat dalam komposisi yang tepat. Pada sudut yang lain, kehadiran taman lebih diarahkan sebagai penunjang estetis yaitu dengan menggunakan soft material yang memiliki nilai hias pada bunganya.(Viva Rahwidhiyasa).

sumber: http://www.properti.net