Merancang Rumah

Perkembangan apapun yang terjadi terhadap rumah, fungsi dapur dari rumah seperti yang diangan-angankan nenek moyang manusia di mana saja masih tetap sama yaitu sebagai terminal peralihan antara kehidupan alami dengan kehidupan privat. Rumah yang baik akan melindungi penghuninya secara badaniah dan rohaniah. Tetapi rumah juga makin perlu menjadi perangsang timbulnya gagasan hidup (inspirator) menuju ke keadaan yang lebih baik. Di rumah penghuni harus merasa aman dan nyaman serta sekali menjadi impian untuk menampilkan kreasi terbaik. Hal ini sama sekali tidak terkait dengan mewahnya atau mahalnya harga rumah. Juga kehebatan kedudukan pemilik rumah sama sekali tidak menjamin penghuninya kreatif dengan cita-cita yang tinggi dan luhur.

Hadirnya rumah juga tergantung dengan status kedudukan sosial-ekonomi dari penghuninya. Dari penelitian juga terbukti bahwa orang baru merasa terdesak untuk memiliki rumah saat anak pertama lahir. Sebuah perkawinan tidak otomatis menimbulkan desakan dan tuntutan untuk memiliki rumah sendiri bagi hampir semua lapisan masyarakat[5]. Selanjutnya pembahasan tentang kaidah akan dibagi menjadi kaidah yang terkait dengan lingkungan rumah (atau perumahan) dan kaidah yang berkait dengan rumah yang masih dilihat dari bentuk dan tatanan ruang serta tampilan detail yang dapat berupa simbol. Juga aspek kedekatan dan keakrabannya dengan lingkungan tidak dapat diabaikan dalam arti luas.

Bagi kaidah perencanaan kawasan perumahan, yang harus mendapat diperhatikan dan pertimbangan adalah:

¨ pengunaan lahan yang efisien-efektif dan terkait dengan kegiatan ekonomi dalam arti luas.

¨ orientasi bangunan/gedung perlu memperhatikan arah angin di samping posisi dan pergerakan matahari. Jalan dan lorong terutama disearahkan dengan arah aliran angin sebagai koridor angin yang menjaga kesejukan lingkungan.

¨ jalan mobil hanya disediakan sebatas kebutuhan nyata untuk keamanan dan keadaan darurat. Parkir mobil sebaiknya terpusat sehingga jalan/lorong dapat dijadikan sebagai “taman” komunal.

¨ tersedia fasilitas perumahan yang diadakan dan diselenggarakan secara komunal, termasuk ruang terbuka hijau serta rekreasi memakai akses utama melalui berjalan kaki dari perumahan yang ada. Sistem sarana dan prasarana harus terkait dengan sistem kota yang lebih besar.

¨ ada penghijauan dan badan air yang cukup serta menyebar untuk menjaga mutu dan keajegan micro climate yang baik. Ini perlu sebagai kompensasi dari perumahan warga berpendapatan rendah yang cenderung berkepatan tinggi.

¨ ada fleksibilitas penataan ruang, utamanya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Agar hemat rumah tidak mudah disekat dan terbuka peluang penggunaan ganda dan over-lapping

¨ memilih bahan bangunan yang mudah diperoleh setempat dan sudah akrab dipakai oleh warga dengan kesulitan konstruksi yang mudah diatasi oleh keahlian setempat.

¨ penataan ruang yang dilakukan fleksibel dan multi guna serta tidak terkotak-kota kecil berguna untuk menjamin kedinamisan gerak dan berbagai aktivitas lain dari penghuni serta untuk memberi keleluasaan aliran udara dan cahaya yang tinggi. Selanjutnya pola penataan ruang yang “terbuka” ini juga akan memberi kesan luas sehingga tercapai rasa psikologis yang melegakan guna merangsang produktivitas kehidupan yang tinggi.

¨ tampilan bangunan harus serasi dengan tampilan bangunan yang lazim berlaku di sekitarnya. Prinsip bangunan tropis dengan teritis yang lebar, teduh dan angin mudah lewat serta tidak tampias oleh terpaan hujan lebat merupakan dasar yang harus diperhatikan secara sungguh-sungguh. Perlu pula memberi muatan lokal yang diambil dari prinsip dan unsur arsitektur tradisional setempat.

Pemakaian kaidah perencanaan dan perancangan rumah bagi warga yang berpenghasilan rendah tidak terlalu sulit bagi perumahan tunggal atau gandeng yang berada langsung di atas tanah. Sebaliknya kaidah ini akan menjadi jauh lebih sulit bila berhadapan dengan masalah pembangunan rumah susun yang harus murah baik untuk dimiliki atau disewa. Saat ini Laboratorium Perumahan dan Pemukiman ITS sudah menyelesaikan bentuk Rumah Susun Sewa Murah. Ini sekali gus menanggapi tuntutan bahwa lahan kota harus dipakai sehemat mungkin yang justru akan membuat kehidupan makin nyaman dan efisien namun perlu cara pandang yang berbeda.

Bentuk rumah susun yang dikembangkan meninggalkan pola rumah susun yang ada seperti di Dupak dan Sombo untuk menanggapi tuntutan perumahan abad XXI, antara lain bahwa orang miskin perlu dukungan melalui rumah yang kondusif agar lebih cepat tidak miskin. Bentuk ini tetap mengacu pada stadar Perum Perumnas sebagai dasar dengan upaya untuk sampai pada bentuk rumah susun yang tidak lebih mahal serta dengan tingkat efisiensi pemanfaatan yang lebih tinggi. Tujuan dari rumah susun ini adalah sebagai alternatif pilihan bagi warga yang tergusur dari bantaran Kanal Jagir yang menjamin sepertiga dari bagian selatan timur Surabaya tidak terancam oleh banjir. Bersamaan dengan peringatan hari Habitat lokal, Gubernur Jawa Timur akan melakukan pemancangan pertama pembangunan rumah susun tersebut. Pada tahun anggaran 2003 lebih banyak blok rumah susun akan dibangun baik oleh inisiatif Pemda Provinsi maupun Pemerintah Kota Surabaya yang juga harus memberi alternatif hunian bagi warganya yang tergusur.

sumber: http://www.mukimits.com/rusun.htm